Studi: Harga Cincin Kawin Hingga Usia Bisa Prediksi Kelanggengan Pernikahan

Kontak Perkasa Futures

PT. Kontak Perkasa Futures – Ketika menikah tentu semua pasangan ingin memiliki pernikahan yang harmonis dan langgeng sampai akhir hayat. Pada kenyataannya tidak semua demikian. Beberapa dari mereka harus berakhir dengan perceraian. Menurut studi yang diteliti oleh sekelompok orang termasuk pengacara perceraian, ada empat ‘penyebab’ yang memungkinkan pernikahan awet atau tidak. Berikut empat hal yang dimaksud.

1. Harga Cincin Pernikahan
Ini aneh tapi nyata. Dilansir dari Self, menurut sebuah studi dari Emory University, pasangan yang memiliki cincin pernikahan dengan harga mahal kurang lebih US$ 20 ribu atau sekitar Rp 216 jutaan tiga kali lebih mungkin untuk bercerai daripada mereka yang membeli cincin pernikahan murah di bawah US$ 10 ribu. Hal tersebut juga diungkap oleh mantan seorang pengacara perceraian sekaligus pendiri Wevorce, Michelle Crosby, yang mengamati dari kasus-kasus kliennya.

“Pengantin yang lebih fokus pada pesta pernikahannya, gaun, cincin, daripada kualitas hubungan asmaranya lebih sering berakhir di perceraian. Mereka akan menjual cincin itu untuk membayar perceraian mereka,” ujar Michelle.

2. Waktu Berdua
Setelah menikah seberapa sering Anda punya waktu berdua terutama pasca memiliki anak? Waktu berdua penting karena bisa mempengaruhi langgengnya pernikahan. Berdasarkan data Census Bureau, pasangan sering bercerai setelah empat sampai tujuh tahun menikah. Pada waktu-waktu tersebut, Michelle mengatakan kalau mereka akan merasa bosan dan kehilangan perasaan cinta seperti dulu.

Untuk menumbuhkan perasaan cinta agar seperti dulu lagi Anda disarankan memiliki waktu berdua. Semakin banyak waktu berdua dapat meningkatkan kualitas pernikahan Anda.

3. Perbedaan Usia
Wanita menikah dengan pria yang lebih muda sudah menjadi hal wajar. Namun satu studi menunjukkan kalau 53% wanita yang minimal tiga tahun lebih tua dari suaminya berakhir di perceraian daripada wanita yang hanya satu tahun lebih tua dari pasangannya.

“Kami telah menemukan bahwa jika seorang wanita yang jauh lebih tua dari suaminya, mereka lebih mungkin bercerai,” ujar Michelle.

Meski demikian, James memiliki pendapat lain. Perbedaan usia memang bisa mempengaruhi langgengnya pernikahan tapi tidak selalu wanita dengan usia lebih tua mudah bercerai. Ia menemukan kalau pasangan (tidak selalu wanita) dengan rentang usia cukup jauh bisa berujung di perceraian.

“Ketika orang-orang beda usia menikah, mereka harus berpikir tentang perbedaan seperti apa yang dialami misalnya 10 atau 20 tahun beda usia. Bagaimana mereka saling mengerti satu sama lain,” papar James.

4. Penghasilan Anda
Beberapa studi menemukan bahwa uang merupakan penyebab utama stres dan konflik dalam rumah tangga. Penghasilan juga yang menjadi penyebab pasangan menikah bercerai. James pun setuju akan hal tersebut. Maka dari itu, Anda perlu membicarakan soal penghasilan satu sama lain secara terbuka agar menemukan solusi yang tepat.

(qq, Kontak Perkasa Futures)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s