Teater Bunga Penutup Abad, Adaptasi Novel Pramoedya di Panggung Teater

Kontak Perkasa Futures

PT. Kontak Perkasa Futures – Sebuah pementasan teater yang diadaptasi dari novel Bumi Manusia dan Anak Semua Bangsa, yang termasuk dalam seri novel Tetralogi Pulau Buru karya Pramoedya Ananta Toer, mempersembahkan pertunjukan “Bunga Penutup Abad”.
Pementasan yang merupakan persembahan untuk mengenang 10 tahun meninggalnya Pramoedya, menampilkan aktor terbaik Indonesia, yaitu Happy Salma sebagai Nyai Ontosoroh, Reza Rahadian sebagai Minke, Lukman Sardi sebagai Jean Marais dan Chelsea Islan sebagai Annelis.
Serta memperkenalkan aktor berbakat, Sabia Arifin sebagai Mau Marrais. Pementasan ini disutradarai Wawan Sofwan yang pernah menyutradarai berbagai pementasan teater seperti Mereka Memanggilku Nyai Ontosoroh, Monolog Langit, Musikal Sangkuriang, Rumah Boneka dan Subversif.
“Ini merupakan suatu kebahagiaan bagi saya yang boleh mengapresiasi karya penulis besar Indonesia ke panggung teater dan salah satu cara untuk mengenalkan generasi muda akan karya sastra Indonesia,” ujar Happy Salma yang juga berperan sebagai Produser.
Wanita kelahiran Sukabumi ini menceritakan, 10 tahun lalu ia pernah merasa kesepian dari dunia hiburan. Salah satu penyelamatnya ialah karya-karya sastra Indonesia.
“10 tahun yang lalu saya merasa kesepian , dan yang menyelamatkan adalah karya sastra Indonesia,” pungkasnya.
Masyarakat juga menunjukan antusias tinggi, sebab kurang dari 24 jam sejak penjualan tiket dibuka, tiket pertunjukan sudah habis terjual untuk tanggal 25 dan 26 Agustus 2016.
Kisah Bunga Penutup Abad
Bunga Penutup Abad ini berkisah, mengenai kehidupan Nyai Ontosoroh dan Minke setelah kepergian Annelis ke Belanda. Nyai Ontosoroh yang khawatir mengenai keberadaan Annelis, mengutus seorang pegawainya untuk menemani kemana pun Annelis pergi, bernama Robert Jan Dapperste atau Panji Darman.
Kehidupan Annelis sejak berangkat dari pelabuhan Surabaya yang dikabarkan melalui surat yang dikirimkan kepada Minke dan Nyai Ontosoroh.
Surat demi surat membuka sebuah pintu nostalgia antara mereka bertiga. Cerita berakhir ketika Minke mendapatkan kabar bahwa Annelis meninggal di Belanda.
Minke yang dilanda kesedihan kemudian meminta izin pada Nyai Ontosoroh untuk pergi ke Batavia melanjutkan sekolahnya menjadi dokter. Di Batavia, Minke membawa serta lukisan potret Annelis yang dilukis sahabatnya Jean Marais, dan Minka memberi nama lukisan itu “Bunga Penutup Abad”.

(qq, Kontak Perkasa Futures)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s